Selasa, 11 Juni 2013

Separuh Juni yang Susah Ditebak

Haaaaaah. Hela nafas sebentar ya. Bulan juni ini semua emosiku keluar. Mulai dari senang, sedih, marah (paling banyak), bete, semuanya udah keluar. Meskipun bulan juni belum selesai, bahkan sampai pertengahan ini saya bener-bener mengalami kejadian yang membuat mood up down, serius. Dimulai dari senang mendaftar praktek lapang di tempat yang ingin dituju, kemudian kecewa karena ternyata PHP, bersyukur karena ada teman-teman senasib, marah ketika tahu sekelompok sama orang yang "zonk", semakin marah dan kecewa karena ternyata saya ga ikhlas sampai detik ini menjalaninya, panik karena ada deadline proposal skripsi disaat masa UAS, sedih karena ada kejadian-kejadian bikin mood langsung ancur, terakhir deg-degan karena jadwal kolokium skripsi udah diumumkan.

Itu baru kejadian sampai pertengahan juni, entah gimana nanti kalau udah Juni sebulan full semakin ga bisa ditebak kayanya. Bulan-bulan sebelumnya, saya bisa "mengatur" kejadian sehari-hari dan tahu alur kejadian itu nantinya akan kemana. Tapi yang ini beda, mungkin karena banyak hal yang dipikirkan kali ya jadi banyak juga kejadian-kejadiannya dan semakin saya ga bisa "ngatur" jalan itu. Semua emosi keluar di separuh bulan ini. Harusnya sih bulan ini menjadi bulan yang spesial tanpa harus ada emosi yang keluar selain emosi senang atau bahagialah. Juni Tahun 2013 menjadi bulan di tahun yang super sibuk, riweuh, panik, segalanya ada deh. Salut sama separuh bulan juni ini. 

Oh iya, satu lagi. Bulan Juni adalah bulan UAS, selalu. Anehnya, uas semester ini ga merasa kalau ada uas. Belajar susah masuk ke otak, udah kepenuhan kayanya. Semangat buat belajar ga tau kemana, pengen segera skripsi kayanya. Jenuh pake banget dengan masa-masa ujian sekarang. Kalau boleh sih skip masa UAS aja tapi nilai akhir tetep ada. Pengennya.

Another shocking moment today, saya kebagian kolokium tanggal 28 Juni jam 14.00. Saya doang kayanya yang shock, deg-degannya ga ketulungan. Perasaan ada aja yang harus dipikirin. Ketika satu hal sudah beres muncul hal lain yang butuh otak buat mikir. Sabar ya otak, nanti suatu saat kamu akan istirahat. Nah sebelum kolokium itu saya berencana pulang ke kampung halaman tapi ga enak sama temen saya. Tadinya mau berencana pulang bareng tanggal 25 karena saya dapat info kalau kolokium skripsi saya tanggal 24. Tapi ternyata dimundurin jadi saya pulang duluan meninggalkan dia. Maaf ya teman, ga bermaksud tapi mau gimana lagi.

Terakhir, semoga bulan ini dapat saya lalui dengan baik dan sesuai dengan "jalan"nya. Bersahabatlah sisa juni ini!

Minggu, 09 Juni 2013

Ikhlas?

Ikhlas..
Itu susah loh ternyata. Emang susah sih, dan harus dilakuin. Ini hanya sedikit cerita tentang ikhlas. Ketika kita tahu kalau ternyata kenyataan ga sesuai dengan yang diharapkan, disaat itulah ikhlas dibutuhkan. Aku mengakui sampai saat ini aku blm ikhlas dengan kenyataan sekarang.
Cerita sedikit, beberapa minggu ini aku sedang kesal, sangat kesal bahkan dengan 'mereka' yang mendapatkan sesuatu sesuai dengan harapan dan keinginannya. IRI? MEMANG! salah? aku pikir ga. Ada satu tugas praktek lapang dimana kita ditempatkan di suatu daerah. Awalnya disuruh memilih daerahnya dengan pilihan yang ada. Aku memilih dan mereka juga memilih dengan harapan aku ditempatkan di daerah yang aku pilih. Ternyata aku dilempar ke daerah lain. Daerah yang sebenarnya aku sangat benci dan ga ingin ke tempat itu. Kesel, iya karena aku merasa penempatannya ga adil dan ga transparan. Tuhan emang Maha Adil, aku ditempatkan disana dengan teman-teman yang baik dan pasti siap saling membantu. Tapi tetep ga bisa ikhlas. Setelah berita shock ini besoknya aku dikasih another shocking news. Ternyata aku sekelompok sama orang ter-ZONG. Makin kesel aku, pembagian ga jelas, anggota kelompok ga jelas, lengkap. Ikhlas? semakin ga. 'Mereka' semakin puas dengan daerah masing-masing, aku ga. Aku semakin ga puas dengan daerah dan kelompokku. Memang ada beberapa temen anggota yang baik dan aku kenal, tapi tetap aja. Aku iri sama mereka, sangat. Terkadang kesel dengan beberapa orang yang bilang sabar aja, mungkin ini yang terbaik yang dikasih Tuhan, Tuhan memberikan apa yg kamu butuhkan bukan yang kamu inginkan. Memang, tapi coba rasakan kalau jadi aku kalian bisa bilang apa? Nothing to say pasti. Semua perkataan itu ga membuat aku lebih baik sebenarnya, tapi worst. Lebih baik semuanya diam tanpa ada yang harus membahas masing-masing, semakin banyak yang bicara, semakin kesal, dan semakin ga ikhlas. IKHLAS? aku rasa belum. KAPAN MAU IKHLAS? entahlah. 
Ini hanya curahan sedikit aja, ga ada maksud menyinggung siapapun. Kalau tersinggung ya maaf. Sekian.