Kamis, 03 April 2014

Garis yang Menakjubkan

    Sekali lagi, pelajaran itu bisa kita dapatkan dimana saja, kapan saja, dan dengan apa saja. Kali ini saya mendapatkan pelajaran penting dari seseorang, seorang sahabat lebih tepatnya. Sekian lama tidak pernah chitchat bareng dia, akhirnya suatu waktu ketemu untuk membicarakan banyak hal, seputar dia dan saya.
     Percakapan singkat ini membuatku menarik kesimpulan, dia punya banyak hal yang aku tidak dan aku sebenarnya bisa mendapatkannya. Cerita ini bermula kalau sahabat saya ini akan pergi ke luar negeri untuk suatu acara. Acaranya bukan sembarangan, dia mendapatkan kesempatan untuk hadir disana karena perjuangannya sendiri. Perjuangan ini dia lewati tidak gampang. Usaha, kerja keras, dan doa yang menurutku dapat membawanya ke dalam keadaan yang dia lalui saat ini. Sangat menganggumkan kalau menurutku, melihat sahabatku dapat mendapatkan pengalaman baru di lingkungan yang berbeda. Aku juga ingin seperti dia. Cerita perjalanannya hingga sampai pada hari keberangkatannya ke luar negeri berlangsung dan sampai pada episode sedekah. Dia bercerita kalau sebelum pergi ke luar dia diharuskan membayar ke pihak penyelenggara sebesar sekian untuk administrasinya dan kalau tidak pada saat itu berarti dia tidak jadi berangkat. Dia ternyata membayar uang administrasinya menggunakan uang dia sendiri bukan uang orang tuanya, wow, itu amazing. Dengan jumlah yang sangat besar menurutku dan dia membayarnya sendiri tanpa ada campur tangan orang tua di hebat. Dia hebat karena bisa melakukan kegiatan dengan uangnya sendiri, aku belum tentu bisa melakukannya. Orang tuanya sangat mampu untuk membantu membiayai itu semua tapi dia tidak bilang kalau harus membayar administrasinya. Dan pada akhirnya dia baru cerita ke orang tuanya beberapa hari sebelum berangkat. Orang tuanya marah karena orang tuanya mampu membantu membayar administrasi itu. Jawaban sahabatku membuatku kagum. Dia bilang kalau untuk apa juga memakai uang orang tua, dia sendiri udah ada uang tabungan jadi tidak perlu ngerepotin mereka. Kalau aku mungkin aku akan bilang ke orang tua dan dibiayai dan uang tabunganku akan aku gunakan untuk yang lain. Memang berbeda antara aku dan dia. Orang tuanya memberikan biaya sebagai "ganti rugi" biaya administrasi yang telah dibayarkan sebelumnya dan itu melebihi harapannya. Tidak hanya itu, aku senang mendengar kalau rejeki terus datang ke dia menjelang keberangkatan kesana. Biaya untuk melakukan perjalanan itu memang tidak murah jadi butuh banyak dana. Dia bilang kalau dia abis ketiban rezeki setelah sedekah. Sedekah loh ya, Subhanallah. Dia dengan ikhlas bersedekah dan mendapatkan gantinya berkali-kali lipat dari yang dia bayangkan. Orang ini benar-benar gila. Aku rasa dia mendapatkan garis lucky, semua kejadian yang dia ceritakan merupakan berkah. Aku belajar Allah memang membuat garis kehidupan yang indah. Garis yang Dia buat tergantung pada tingkah laku kita di dunia sehingga Dia bisa melanjutkan garis itu, apakah lurus, belok, atau berkelok. Kalau temanku tidak usaha untuk kegiatan itu dia tidak akan pergi ke luar negeri. Kalau temanku di awal bilang ke orang tuanya tentang biaya itu maka akan lain lagi cerita selanjutnya. Dan kalau temanku tidak memberikan sedekah maka rezeki berkali-kali lipat itu entah akan datang kepadanya apa tidak dan ketika rezeki itu tidak datang entah dia akan cukup biaya untuk pergi kesana apa tidak. Hah, garis yang telah dia buat sungguh menakjubkan!
     Saya kapan? InshaAllah bulan Juni 2014 ke Brazil. Amin.