Selasa, 31 Desember 2013

I Love Football, dulu hingga sekarang

   Liat drama korea Reply 1994 yang adegan tahun 2002 tentang FIFA World Cup di Jepang-Korea sekilas teringat masa lalu. Tahun 2002 itu pertama kalinya aku menyukai sepak bola. Pertama kali liat pertandingan yang dimainkan oleh 22 orang saling rebutan bola sepak. Dan untuk pertama kalinya aku menyukai sepak bola Brazil.
     Waktu itu kelas 4 SD semua orang sedang heboh-hebohnya bicara soal bola. Awalnya aku tidak mengerti tentang bola itu, mencoba mengabaikan apa yang sedang orang-orang bicarakan. Orang tua sebenarnya yang menghasutku untuk menonton bola sampe akhirnya aku suka. Saat tv di rumah di monopoli oleh bapak ibu, apa daya aku ga bisa berbuat apa-apa kecuali ikut menonton. Pertama bengong menontonnya, ga tahu maksudnya dan bingung kenapa bapak ibu suka menghujat pemain-pemain yang ada di TV. Karena pertandingan World Cup itu diadakan 1 bulan full maka ga ada pilihan lain kecuali ngikut bapak ibu untuk ikut nonton. Semakin sering ikut nonton jadi semakin tertarik soal sepak bola. Mulai dari babak penyisihan, 16 besar, perempat final, semi final, sampai final aku, bapak, dan ibu ngikutin tanpa lewat. Waktu itu kalau ga salah waktunya sore jadi semuanya bisa nonton bola. Aku yang awalnya ga tahu soal bola jadi tahu apa itu off side, hands ball, kenapa tim bisa dapat tendangan bebas, tendangan pinalti, dan segala macem. Bahkan sampe ikutan menghujat pemain-pemain bola di tv pun aku bisa haha.
    Ada satu pertandingan dimana aku langsung jatuh cinta pada negara itu sampe sekarang. BRAZIL. Entah kenapa aku sangat sangat sangat suka dengan negara ini, terutama masalah sepak bola. Jatuh cinta ke Brazil ini dimulai dari saat liat pertandingan Brazil yang pemainnya Ronaldo dan Ronaldinho. Aku suka bukan karena mereka ganteng, ya memang mereka jelek. Tapi Ketika main bola, wow, semua aura mereka itu keluar. Menurutku kemampuan mereka untuk bermain bola itu tidak semua orang punya, itu pemikiran sekarang. Dulu waktu kelas 4 SD yang aku tahu ya mereka mainnya lebih bagus dari lawan makanya aku suka. Aku lupa apakah pas tahun 2002 itu Kaka udah masuk timnas Brazil atau belum tapi aku semakin suka dengan sepak bola negara Samba ini karena Kaka, he's totally awesome, jjang! Waktu jaman SD banyak orang-orang yang lebih mendukung negara lain seperti Inggris, Jerman, Italia, tapi pas saat itu aku tidak mendengar kata Brazil disebut. Anehnya, saat orang-orang banyak yang bilang mendukung negara-negara aku justru mendukung Brazil. Tapi memang bukan tanpa alasan aku memilih Brazil ya, hehe. Saat Brazil maju ke final dan akhirnya menjadi juara dunia mengalahkan Jerman, waaah, senangnya bukan main aku. Masih inget sampe sekarang aku dulu loncat-loncat sendiri kaya orang gila waktu Brazil menang, padahal aku masih kelas 4 SD itu. Ga paham lagi kenapa dulu bisa begitu. Yang penting senang aja Brazil bisa jadi juara dunia di Jepang-Korea Selatan.
   Setelah World Cup itu aku mulai mencari para pemainnya, mengikuti semua perkembangan mereka sampe akhirnya aku suka pada sepak bola club-club di eropa. Gara-gara Brazil dan World Cup itu aku sampe sekarang suka sama sepak bola. Aku suka menonton sepak bola, mengikuti berita tentang bola itu, dan segala macam tentang sepak bola. Bahkan aku selalu jatuh cinta dengan laki-laki yang jago main bola, siapapun itu he's totally awesome, just like Kaka! Haha. 11 Tahun setelah Brazil menjadi juara, Juni-Juli 2014 nanti pertandingan terkece sedunia akan digelar di negara favoritku, Brazil. AND I WANNA GO THERE! Really really want. Moment yang pas ketika pertandingan sepak bola yang aku suka diadakan dinegara yang aku suka juga di bulan yang aku suka. Ini salah satu mimpi yang semoga bisa tercapai pas di bulan Juni 2014. Ingat udah lama aku suka sepak bola dan 2014 diadakan ditempat juara dunia, wooow. Somebody, please take me there in June 2014 please!!!!

Selasa, 11 Juni 2013

Separuh Juni yang Susah Ditebak

Haaaaaah. Hela nafas sebentar ya. Bulan juni ini semua emosiku keluar. Mulai dari senang, sedih, marah (paling banyak), bete, semuanya udah keluar. Meskipun bulan juni belum selesai, bahkan sampai pertengahan ini saya bener-bener mengalami kejadian yang membuat mood up down, serius. Dimulai dari senang mendaftar praktek lapang di tempat yang ingin dituju, kemudian kecewa karena ternyata PHP, bersyukur karena ada teman-teman senasib, marah ketika tahu sekelompok sama orang yang "zonk", semakin marah dan kecewa karena ternyata saya ga ikhlas sampai detik ini menjalaninya, panik karena ada deadline proposal skripsi disaat masa UAS, sedih karena ada kejadian-kejadian bikin mood langsung ancur, terakhir deg-degan karena jadwal kolokium skripsi udah diumumkan.

Itu baru kejadian sampai pertengahan juni, entah gimana nanti kalau udah Juni sebulan full semakin ga bisa ditebak kayanya. Bulan-bulan sebelumnya, saya bisa "mengatur" kejadian sehari-hari dan tahu alur kejadian itu nantinya akan kemana. Tapi yang ini beda, mungkin karena banyak hal yang dipikirkan kali ya jadi banyak juga kejadian-kejadiannya dan semakin saya ga bisa "ngatur" jalan itu. Semua emosi keluar di separuh bulan ini. Harusnya sih bulan ini menjadi bulan yang spesial tanpa harus ada emosi yang keluar selain emosi senang atau bahagialah. Juni Tahun 2013 menjadi bulan di tahun yang super sibuk, riweuh, panik, segalanya ada deh. Salut sama separuh bulan juni ini. 

Oh iya, satu lagi. Bulan Juni adalah bulan UAS, selalu. Anehnya, uas semester ini ga merasa kalau ada uas. Belajar susah masuk ke otak, udah kepenuhan kayanya. Semangat buat belajar ga tau kemana, pengen segera skripsi kayanya. Jenuh pake banget dengan masa-masa ujian sekarang. Kalau boleh sih skip masa UAS aja tapi nilai akhir tetep ada. Pengennya.

Another shocking moment today, saya kebagian kolokium tanggal 28 Juni jam 14.00. Saya doang kayanya yang shock, deg-degannya ga ketulungan. Perasaan ada aja yang harus dipikirin. Ketika satu hal sudah beres muncul hal lain yang butuh otak buat mikir. Sabar ya otak, nanti suatu saat kamu akan istirahat. Nah sebelum kolokium itu saya berencana pulang ke kampung halaman tapi ga enak sama temen saya. Tadinya mau berencana pulang bareng tanggal 25 karena saya dapat info kalau kolokium skripsi saya tanggal 24. Tapi ternyata dimundurin jadi saya pulang duluan meninggalkan dia. Maaf ya teman, ga bermaksud tapi mau gimana lagi.

Terakhir, semoga bulan ini dapat saya lalui dengan baik dan sesuai dengan "jalan"nya. Bersahabatlah sisa juni ini!

Minggu, 09 Juni 2013

Ikhlas?

Ikhlas..
Itu susah loh ternyata. Emang susah sih, dan harus dilakuin. Ini hanya sedikit cerita tentang ikhlas. Ketika kita tahu kalau ternyata kenyataan ga sesuai dengan yang diharapkan, disaat itulah ikhlas dibutuhkan. Aku mengakui sampai saat ini aku blm ikhlas dengan kenyataan sekarang.
Cerita sedikit, beberapa minggu ini aku sedang kesal, sangat kesal bahkan dengan 'mereka' yang mendapatkan sesuatu sesuai dengan harapan dan keinginannya. IRI? MEMANG! salah? aku pikir ga. Ada satu tugas praktek lapang dimana kita ditempatkan di suatu daerah. Awalnya disuruh memilih daerahnya dengan pilihan yang ada. Aku memilih dan mereka juga memilih dengan harapan aku ditempatkan di daerah yang aku pilih. Ternyata aku dilempar ke daerah lain. Daerah yang sebenarnya aku sangat benci dan ga ingin ke tempat itu. Kesel, iya karena aku merasa penempatannya ga adil dan ga transparan. Tuhan emang Maha Adil, aku ditempatkan disana dengan teman-teman yang baik dan pasti siap saling membantu. Tapi tetep ga bisa ikhlas. Setelah berita shock ini besoknya aku dikasih another shocking news. Ternyata aku sekelompok sama orang ter-ZONG. Makin kesel aku, pembagian ga jelas, anggota kelompok ga jelas, lengkap. Ikhlas? semakin ga. 'Mereka' semakin puas dengan daerah masing-masing, aku ga. Aku semakin ga puas dengan daerah dan kelompokku. Memang ada beberapa temen anggota yang baik dan aku kenal, tapi tetap aja. Aku iri sama mereka, sangat. Terkadang kesel dengan beberapa orang yang bilang sabar aja, mungkin ini yang terbaik yang dikasih Tuhan, Tuhan memberikan apa yg kamu butuhkan bukan yang kamu inginkan. Memang, tapi coba rasakan kalau jadi aku kalian bisa bilang apa? Nothing to say pasti. Semua perkataan itu ga membuat aku lebih baik sebenarnya, tapi worst. Lebih baik semuanya diam tanpa ada yang harus membahas masing-masing, semakin banyak yang bicara, semakin kesal, dan semakin ga ikhlas. IKHLAS? aku rasa belum. KAPAN MAU IKHLAS? entahlah. 
Ini hanya curahan sedikit aja, ga ada maksud menyinggung siapapun. Kalau tersinggung ya maaf. Sekian.

Kamis, 11 April 2013

Menangis


     Menangis. satu kata, satu tindakan penuh makna. Pernahkah kamu menangis? Pernahkah aku menangis? Pernahkah kita menangis? pernah. Tanda kehidupan manusia diawali dari menangis. Bayi baru lahir perlu menangis. Kita semua butuh menangis.
     Kapan kita menangis? Kenapa kita menangis? Dimana kita menangis? Saat bahagia, kita menangis. Saat kita sedih, menangis, saat tidur kita menangis. Saat kehilangan seseorang, kita menangis. Saat bertemu orang, kita menangis. Saat kangen seseorang, kita menangis. Saat marah dan kesal, aku menangis. Dimanapun kita menangis, dengan berbagai alasan pun kita bisa menangis
     Saat aku menulis ini aku sedang menangis. Aku kangen bapak makanya menangis. Aku kangen ibu, makanya aku menangis. Aku kangen Menying, makanya aku menangis. Aku kangen (almh) Mona makanya aku menangis. Aku takut makanya menangis. Takut, ketika nanti diambil kembali apa yang telah aku berikan kepada orang lain? keluarga? sahabat? teman? Makanya aku menangis. Aku ingin memberikan banyak hal kepada mereka.
     Menangis adalah suatu kebutuhan menurutku. Semua orang butuh menangis. Selagi ada kesempatan, menangislah meskipun tidak ada masalah. Kita menangis bukan berarti ada masalah di dalamnya. Terkadang kita perlu mencurahkan isi hati lewat menangis.
     Aku tidak pandai membuat kata-kata indah seperti dalam novel ataupun cerpen. Aku hanya bisa menyampaikan apa yang sedang aku rasakan saat ini. Ini hanya kata biasa yang menggambarkan menangis.

Minggu, 07 April 2013

Angel by Westlife :)

Spend all your time waitingfor that second chancefor a break that would make it okaythere's always one reasonto feel not good enoughand it's hard at the end of the dayI need some distractionoh beautiful releasememory seeps from my veinslet me be emptyand weightless and maybeI'll find some peace tonight
in the arms of an angelfly away from herefrom this dark cold hotel roomand the endlessness that you fearyou are pulled from the wreckageof your silent reverieyou're in the arms of the angelmay you find some comfort there
so tired of the straight lineand everywhere you turnthere's vultures and thieves at your backand the storm keeps on twistingyou keep on building the liethat you make up for all that you lackit don't make no differenceescaping one last timeit's easier to believe in this sweet madness ohthis glorious sadness that brings me to my knees
in the arms of an angelfly away from herefrom this dark cold hotel roomand the endlessness that you fearyou are pulled from the wreckageof your silent reverieyou're in the arms of the angelmay you find some comfort thereyou're in the arms of the angelmay you find some comfort here
*sumber: kapanlagi.com

it's just my opinion


     Setiap orang memiliki kebebasan untuk menyampaikan pendapat di muka umum kan? itu adalah hak. Begitu pun saya, sebagai warga negara Indonesia saya punya hak untuk mengutarakan pendapat saya lewat tulisan ini. Oke, ini merupakan kekesalan seseorang terhadap institusi yang dia anggap tidak adil.
     Teman saya, Bunga, suatu ketika ia mendaftar beasiswa X melalui online. Tapi dia tidak mengumpulkan berkas ke pihak yang terkait, dan ketika mau mengumpulkan berkas ternyata sudah lewat deadlinenya. Jadi dipikirnya beasiswa itu tidak berlaku lagi. Setelah 3 minggu, tiba-tiba dia dapat sms kalau dia lolos beasiswa X dan harus melakukan tes wawancara. Bunga tidak percaya karena dia merasa tidak mengumpulkan berkas ke pihak terkait. Ia tidak tahu ternyata memang langkah awalnya hanya mendaftar online. Karena tidak percaya, dia tanya ke pihak yang memberikan pesan tes wawancara itu. Kira-kira seperti ini smsnya:
(B : Bunga, P : pihak yang mengirimkan pesan wawancara)
P : "Selamat kepada calon penerima beasiswa X untuk mengikuti wawancara di tempat Y Jumat 5 April pukul 08.00-16.00"
B : "maaf apakah ini benar? saya tidak merasa mengumpulkan berkas untuk beasiswa tersebut, saya hanya daftar online saja"
P : "tahap awal memang hanya pendaftaran online. Setelah berhasil tes wawancara nanti baru tahap selanjutnya  pengumpulan berkas"
B : "oh begitu, terima kasih"
     Nah, hari jumatnya teman saya datang ke tempat Y tersebut untuk wawancara. Dia datang kesana jam 4 sore setelah ujian, karena memang di kampus sedang ujian tengah semester (uts). Disana, Bunga bertemu dengan Ibu Ani dan dia diwawancarai oleh beliau. Sebelumnya, dia disuruh mengisi form beasiswa. Setelah mengisi form tersebut, Bunga pergi ke ruangan Ibu Ani untuk mulai wawancara. Percakapannya kurang lebih seperti ini:
(B : Bunga, A : Ani)
A : "Yuk Mbak, silakan masuk"
B : "oh iya bu"
A : "oke, Mba Bunga. Sudah pernah daftar beasiswa sebelumnya?"
B : "sudah bu, saya ditolak lima kali oleh beasiswa A hehe"
A : "ditolak?"
B : "iya bu"
Diam sebentar sambil ibunya lihat berkasnya. Kemudian beliau bertanya lagi.
A : "ayah kerja sebagai wiraswasta, wiraswasta apa itu?"
B : "pedagang material bu."
A : "wah lumayan sekali itu, ditambah ibu yang PNS"
Lihat berkas lagi dan ibunya berkata, "Pantas saja kamu ditolak terus beasiswanya" (sambil tertawa)
Dalam hati Bunga, kenapa ibunya tertawa? apa ada yang salah dengan berkasku itu? Dia tanya ke ibunya
B : "Apa yang salah ya bu?"
A : "hahaha. Jadi gini ya mbak, memang beasiswa seperti beasiswa A itu yang diutamakan adalah prestasi tapi ketika prestasi kamu sama dengan yang lain itu yang dilihat adalah keadaan ekonomi. Pantas saja kamu selalu gagal dengan beasiswa itu"
     Oh jadi begitu. Yang menjadi pertanyaan adalah ketika seseorang dengan keadaan finansial MAMPU dengan prestasi yang sama dengan Bunga bahkan lebih tinggi dia (bukan bermaksud merendahkan) tetapi dia mendapatkan hal tersebut, apa itu pantas diberikan? Mungkin memang rejeki mereka yang mendapatkannya dengan kemampuan ekonomi yang sangat sangat mampu. Kalau memang prestasi dan keadaan ekonomi yang kurang mampu yang diutamakan ya harusnya mereka yang begitu yang pantas mendapatkannya. Sebenarnya Bunga saat itu ingin meluapkan emosinya tapi tertahan karena jika dia berbicara begitu maka bisa menghambat rejeki orang lain. Diam akan menjadi yang sangat baik. Kenyataan lain yang ada adalah dalam pemilihan penerima beasiswa, pemilihannya secara acak (berarti berdasarkan Lucky) bukan prestasi ataupun keadaan ekonomi, bagus sekali itu.
     Saran saja sih, kalau memang beasiswa itu untuk mahasiswa atau murid yang prestasinya bagus DAN keadaan ekonomi kurang mampu, ya berikan kepada mereka yang membutuhkan bukan yang menginginkan.

Senin, 04 Maret 2013

Miracle Garden Dubai, awesome!

     Kemarin pas buka kaskus.co.id, aku liat ada postingan salah satu member kaskus tentang "Taman Terbesar di Dunia, Dubai" (kalo ga salah seperti itu, lupa). Karena penasaran, aku buka deh itu postingan . Awalnya diceritakan kalau taman terbesar itu bernama "Miracle Garden" yang ada di Dubai. Semakin membuat penasaran dengan penjelasannya trus aku buka gambarnya dan tadaaaa! shock banget pas liat foto-fotonya. Gilaaa itu bagus banget. Yah walaupun baru lihat dari fotonya tapi sangat sangat ingin pergi kesana. Maybe someday there's someone take me to go there, someday hehe. Kata orang dipostingan itu, bunga-bunga itu tidak akan mati saat musim dingin dan justru akan mati saat musim semi. wow! Subhanallah. Bagi yang belum tahu, ini aku share fotonya ya, siapa tahu penasaran juga hehe
gambar 1
gambar 2
gambar 3
gambar 4
gambar 5

gambar 6
gambar 7

gambar 8

keren kaan? Semoga kalian juga tertarik ya :)

sekian.

*sumber: kaskus.co.id, google.com

More Than This~One Direction

I'm brokenDo you hear meI'm blindedCause you are everything I seeI'm dancing, aloneI'm prayingThat your heart will just turn around
And as I walk up to your doorMy eye turns to face the floorCause I can't look you in the eyes and say
When he opens his armsAnd holds you close tonightIt just won't feel rightCause I can love you more than this, yeahWhen he lays you down, I might just die insideIt just don't feel rightCause I can love you more than thisCan love you more than this
If I'm louderWould you see me?Would you lay down in my arms and rescue me?Cause we are, the sameYou saved me, when you leave its gone againAnd then I see you on the streetIn his arms, I get weakMy body falls I'm on my kneesPraying
When he opens his arms
And holds you close tonightIt just won't feel rightCause I can love you more than this, yeah
When he lays you down, I might just die insideIt just don't feel rightCause I can love you more than this
I've never had the words to sayBut now I'm asking you to stayFor a little while inside my armsAnd as you close your eyes tonightI pray that you will see the lightThat's shining from the stars above
When he opens his armsAnd holds you close tonightIt just won't feel rightCause I can love you more than thisCause I can love you more than this
When he lays you I might just die insideIt just don't feel rightCause I can love you more than this, yeah
When he opens his armsAnd holds you close tonightIt just won't feel rightCause I can love you more than this
When he lays you, I might just die insideIt just don't feel rightCause I can love you more than thisCan love you more than this
*sumber: kapanlagi.com

Kamis, 28 Februari 2013

Bolang to Malang (part 1)

     Belum sempat berbagi cerita, sekarang saatnya aku cerita liburan semester 5 kemarin. oke, jadi tanggal 31 Januari sampai 5 Februari kemarin aku pergi jalan-jalan ke Malang. Liburan ini merupakan liburan kedua kalinya setelah tanggal 19-23 Januari kemarin aku main ke Bandung. Kalau liburan di Bandung aku pergi dengan teman-teman kesayangan Fida, Uu, Annisa, Idah, Sofi, dan Eva pas pergi ke Malang formasinya berbeda (kecuali Annisa). Cewek-cewek kece yang ber-bolang ria ke Malang ada aku, Annisa, Fika, Wulan, dan Novi alias ipon. Nah liburan di Malang kali ini disponsori oleh Keluarga Ipon (ada Umik, Mbak Rina, dan Mas Agung). Terima kasih banyak karena telah menerima kami selama kurang lebih 1 minggu untuk mengotori rumah dan menumpang disana.
      Kita mulai liburan kali ini dari tanggal 31 Januari. Sebenarnya, 31 Januari itu aku berangkat dari Madiun menuju Malang. Aku dan teman-teman berpisah keberangkatan karena aku pulang ke Madiun dulu sebelum liburan ke Malang. Annisa, Fika, dan Wulan berangkat dari stasiun Pasar Senen sehari sebelum aku berangkat. Kami janjian bertemu di stasiun Kota Madiun. Ipon tentu saja menunggu kami di Malang karena dia kan tuan rumahnya. Nge-bolang ke Malang for the first time, ofcourse I'm very excited. Apalagi bersama teman-teman yang jarang-jarang kami kumpul buat liburan bersama. Aku dan para cewek kece itu berangkat menggunakan kereta ekonomi Matamraja. Di tiket kereta itu, jadwal keberangkat disebutkan jam 02.00 berangkat dari Madiun menuju Malang. Sudah siaplah aku tengah malam jam 00.30 buat mandi, persiapan dan sebagainya. Bapak yang dengan setia mengantarku sampai ke stasiun dan menemaniku menunggu kereta. Waktu sampai di stasiun, aku shock ketika Bapak security bilang kalau keretanya telat sampai jam 5! Gila, aku udah berangkat dari rumah jam 01.30 begitu sampai di stasiun bapak satpamnya bilang kalau telat, 3 jam! Kalau pulang sayang kalau ga pulang ngapain nunggu di stasiun sampai 3 jam. Akhirnya aku tidur dulu di mobil sambil menunggu jam 5 datang. Nah, begitu jam 5 datang, aku bilang ke Bapak untuk pulang dulu kasihan Bapak yang udah ikut nunggu. Aku masuk ke peron stasiun jam 5 dengan harapan kereta benar-benar datang jam 5. Tapi itu semua hanya harapan palsu! Keretanya baru datang jam 07.00 pagi. Ini namanya bukan telat lagi, entah apa dibilangnya.
     Sampai kereta datang rasa excited itu berubah jadi badmood gara-gara menunggu sampe 5 jam di kereta. Tapi badmoodnya hanya sebentar setelah bertemu Annisa, Fika, dan Wulan. Kami bergabung untuk berangkat menuju Malang.
Wulan, Fika, Aku, dan Annisa dengan tampang lusuh
     Dalam perjalanan menuju Malang, aku sempat terkejut ketika kereta yang kami naiki itu melewati sebuah trowongan dua kali. Trowongan yang pertama panjang sekali dan terowongan kedua tidak sepanjang yang pertama. Kalau kata ibuku terowongan itu merupakan bagian dari gunung yang dilubangi bawahnya untuk lintasan kereta api. Wow, keren. Tak terbayang bagaimana orang-orang jaman dulu membangun lintasan itu. Kami sampai di Malang jam 14.30 yang biasanya jam 08.00 sudah sampai. Kami berhenti di stasiun paling akhir di Malang, Stasiun Malang Baru. Karena sudah sore kami memutuskan untuk langsung ke rumah Ipon istirahat dan menyusun rencana selama di Malang.

Day 1
     Hari pertama di Malang, kami memutuskan untuk pergi ke Jawa Timur Park 2 dan Ecogreen Park. Karena hari itu hari Jumat maka kedua tempat itu tampak sepi, jadi berasa liburan pribadi. Sebelum masuk, kami diwajibkan membeli tiket. Kami membeli tiket paket Jawa Timur Park 2 (terdiri dari Museum Satwa dan Batu Secret Zoo)+Ecogreen Park seharga 100.000. Sebelum kami masuk, kami sempat berfoto ria dengan patung seekor gajah yang sangat besar.
Foto di depan patuh gajah yang super besar
     Liburan hari itu dimulai di Ecogreen Park. Di taman ini, banyak sekali tempat-tempat yang menyenangkan yang sayang kalau dilewatkan begitu saja.
Patung kuda dari barang-barang bekas
Berbagai macam jenis patung hewan dibuat dari barang-barang bekas yang dikumpulkan. Hasilnya pun sangat unik dan menarik untuk dilihat. Tidak hanya patungnya, di taman ini kita juga bisa melihat bermacam-macam hewan, serangga, burung dari berbagai daerah bahkan negara di luar Indonesia. Bahkan kita juga bisa memberi makan burung-burung itu. 
Fika foto dengan salah satu burung

Apakah ini jalannya?


Sometimes, aku merasa jalan yang sedang aku lewati ini bukan jalanku. Jalan yang aku tempuh dengan orang lain tempuh itu berbeda. Aku merasakan kalau jalan yang aku lewati terlalu terjal, terlalu berliku, dan terlalu panjang untuk dilewati. Bukannya mengeluh, tapi memang itu yang terjadi. Kenapa aku harus melewati jalan itu?
     Banyak jalan yang tersedia untuk aku lewati pada awalnya, tapi aku memilih jalan yang orangtua berikan. Jalan itu kupikir akan menjadi jalan terbaik. Terbaik untuk orang tuaku mungkin iya, tapi sebenarnya jalan itu terlalu sulit untuk dilewati, saat itu. Aku tau saat itu tujuan akhir dari jalan yang aku lewati dan sebenarnya semua jalan yang tersedia berujung pada satu muara. Tapi yang menjadi perbedaan adalah seberapa panjang jalan itu, seberapa sulit jalan itu, seberapa kemauan kita untuk melewati jalan itu, seberapa jauh kemampuan kita melewati jalan itu, seberapa seberapa dan seberapa. Aku bisa melewati jalan pertama itu namun nothing special. Menjadi orang biasa dalam melewati jalan itu dan mudah dilupakan orang bahkan mereka tidak ingat kalau aku pernah ada di jalan itu. Pertama yang aku sadari saat itu adalah aku harus menjadi orang luar biasa agar bisa dianggap. Mungkin ada orang yang menganggap itu terlalu berlebihan atau bahkan lebay tapi itulah kebenaran. Kita tidak akan dianggap dalam hidup ini kalau kita tidak membuat sesuatu yang berguna.
     Ketika aku berjalan, aku menemukan sebuah persimpangan atau perempatan. persimpangan ini membuatku berpikir, "jalan mana yang harus aku pilih?" Ketika orang tua sudah memberikan kebebasan kepadaku untuk memilih jalan mana yang aku anggap akan memudahkanku mencapai tujuan, mereka berarti yakin pada keputusanku. Namun masalahnya, apakah jalan ini benar jalan untukku? Entahlah, hanya Allah SWT yang tau karena Dia yang membuatkan rencanaku. Aku memilih jalan lain di persimpangan itu dengan harapan jalan ini akan lebih memudahkanku mencapai tujuan. Harapanku dengan putusan Tuhan ternyata tidak sama. Jalan ini ternyata lebih terjal, lebih sulit untuk dilewati dan aku hampir terseok-seok melewatinya. Bahkan aku terancam keluar dari jalan itu kalau halangan-halangan di jalan tidak bisa aku lewati. Aku menyadari saat aku berjalan banyak hal yang membuatku terlena dan akhirnya menyesalkan atas perbuatanku itu. Penyesalan, memang adanya di akhir. Aku menyesal ketika berjalan dengan tidak fokus, aku menyesal ketika berjalan tidak memperhatikan, aku sangat menyesal. Allah memberikanku kesempatan untuk dapat berjalan sampai ke pertigaan dengan 'bensin yang menipis'. Aku sampai dipertigaan dengan diberikan kesempatan yang penuh resiko. Ketika aku memilih jalan ini aku akan kehilangan kesempatan menuju tujuanku dengan cepat dan kecewa karena tidak bisa memberikan sesuatu yang lebih kepada orang tua. Ketika aku memilih jalan yang itu aku akan dihadapkan pada resiko kembali ke pertigaan dan memilih jalan yang ini. Aku mulai mempertimbangkan banyak hal saat aku memilih jalan ini atau jalan itu. Jalanan yang sudah aku lewati sebelumnya sangat sangat berdampak dan berpengaruh pada jalan yang akan aku pilih ini. Melalui orangtua dan Allah memberikan pencerahan, aku akhirnya memilih jalan yang itu. Harapanku hanya satu saja, membuatku mencapai tujuan akhir dengan didampingi senyum bangga orang tua. Ketika aku mantap memilih jalan itu, aku melakukan kesalahan kecil yang pada akhirnya akan berdampak besar di akhir. Aku belum bisa mengatakan dampak akhirnya apa namun aku sangat takut, takut sekali dengan akhir yang akan aku hadapi nanti. Sebenarnya pantas mungkin aku bilang bahwa aku bodoh dengan kekeliruan yang telah aku buat, tapi mungkin Allah berkata inilah jalan yang tepat, inilah jalan yang kamu butuhkan bukan yang kamu inginkan. Sari bilang padaku ketika aku telah melakukan kesalahan, "ini jalan yang Allah berikan ke kamu untuk eksplore diri kamu secara lebih, jadi kamu ga akan stuck di pengetahuan itu aja". Maybe yes, tapi aku butuh waktu yang lebih. Aku butuh istirahat sejenak sebelum aku berjalan kembali dan memikirkan apa yang telah aku lakukan di jalan tersebut. Mungkin ini memang jalan yang aku butuhkan, mungkin juga tidak. Hanya Allah yang akan menuntunku melewati jalan ini dan sampai pada tujuan akhirku nanti.

Kamis, 21 Februari 2013

The Sky is beautiful, I Think :)

Liburan semester 5 ini sedikit berbeda dari biasanya menurutku. Ada kegiatan-kegiatan yang memperbanyak memoriku dengan teman-teman, specially holiday :). Liburan ini sudah direncanakan lama, jauh sebelum UTS semester 5 berlangsung. Aku tidak menyangka kalau akan se-seru ini lima hari itu di kota Paris Van Java.
     Tanggal 19 januari sampai 23 januari kemarin aku pergi berlibur ke Bandung dengan teman-temanku, ada Fida, Nisa, Idah, Uu, Eva, dan Sofi. Mereka adalah para sahabatku di departemen KPM selama kurang lebih 3 tahun ini. I'm very interested because I haven't yet go to Bandung before, so it's my first trip to Bandung hehe. Sangat menyenangkan, bersama mereka selama lima hari itu. Banyak tempat yang kami kunjungi mulai dari Alun-alun sampai Kawah Putih. Sebenarnya, bukan perjalanan selama liburan yang ingin aku tulis disini. Ada hal lain yang membuatku tertarik untuk menuangkan sedikit kata-kata dalam hati. Saat hari kedua, kami sempat mampir ke Paris Van Java dan disana ada taman yang indah untuk foto, ada di lantai paling atas. Ketika kami sampai disana, matahari sudah hampir menghilang dari hadapan kami. Inilah yang membuatku sangat tertarik, proses ketika matahari mulai meninggalkan bumi dengan sinarnya yang masih tersisa diantara langit-langit. It's so beautiful, the sky is beautiful I think. Mungkin menurut orang lain hal itu biasa saja tapi menurutku itu sangat indah. Terlihat agak norak mungkin, tapi aku senang melihatnya.

     Langit tersebut merupakan campuran dari warna oranye, kuning, abu-abu menuju hitam dan putih yang sedikit tertutupi. Keindahannya ditemani oleh bambu-bambu berwarna hijau yang menggerakkan daunnya dengan gemulai yang didorong oleh angin petang yang dingin dan sejuk. Entah apa karena dibawahnya juga ada bukit dengan lampu rumah warga seperti kunang-kunang tapi hal itu menambah keindahannya. Semacam lukisan tapi lukisannya nyata. Itu bukanlah manusia yang membuat tapi Sang Pencipta yang hanya menggoreskan kuasNya untuk membuat lukisan alam yang indah. Aku sangat takjub dan tidak bisa berkata apa-apa waktu itu. Memang sebelumnya aku belum pernah melihat langit seperti itu ditempat lain. Teman-teman yang lain mungkin menemukan yang lebih indah dari itu tapi yang jelas itulah ciptaan Allah SWT yang tidak pernah bisa dibuat oleh manusia. Satu hal yang dapat aku ambil pelajaran dari langit itu. Allah menciptakan alam yang indah untuk dinikmati oleh makhlukNya dan manusia juga bertanggung jawab untuk memelihara keindahan itu. Gambar itu hanyalah secuil bagian keindahan alam yang tidak disadari oleh manusia tapi hal itulah yang harus kita jaga agar keindahan lain juga tetap terjaga.